Rabu, 30 Mei 2012

#istory 1.MASDI


Semburat jingga mulai terlihat di antara gumpalan awan. Langit masih sedikit kelabu. Suara mesin kapal bercampur dengan deru angin. Bau asin air laut bercampur dengan bau tumpukan ikan segar di kapal itu.

Masdi menghela napas, untuk yang kesekian kali, berusaha menenangkan debar jantungnya. Ia menatap titik hijau di depannya. Dalam duapuluh menit mereka akan sampai di pantai. Ia punya waktu dua puluh menit untuk menemukan jalan keluar dari masalahnya, sebelum sang masalah menemuinya di daratan.
Ia menghela napas dan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, lalu memakai topi yang sedari tadi dipegangnya.

Masalahnya dimulai semalam, ketika ia hendak melaut.  Tak biasanya, Isah datang ke pantai di larut malam. Masdi tersenyum lebar dan memegang tangan Isah. Di luar dugaan, Isah menarik tangannya. Ia tidak tersenyum sama sekali. Gadis itu membisikkan sesuatu ke telinganya lalu berlari pergi. Masdi melotot dan mematung memandang sosok Isah di telan gelap. Gadis itu meninggalkannya tanpa ia sempat mengatakan apa-apa. Tapi Masdi memang tak tahu harus mengatakan apa. Tenggorokannya tercekat. Kakinya terasa lemas. Ia berdiri mematung selama beberapa saat sampai teman-temannya meneriakinya untuk naik ke kapal.

Di tengah ombang-ambing kapal, Masdi merasa hidupnya jungkir balik. Ia masih tak percaya akan apa yang dikatakan Isah. Semalaman ia berusaha melupakan masalahnya dan berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Tapi sekarang titik hijau itu menjelma sebesar bola kasti. Lima belas menit lagi.

Ia memejamkan mata dan menghirup aroma laut sedalam-dalamnya, berharap dapat sedikit menenangkannya.  Tidak mungkin! Ia berteriak dalam hati. Pasti ada kesalahan, pikirnya. Ia lalu membuka matanya dan menatap lurus ke depan. Daratan terlihat semakin besar. Sepuluh menit lagi. Masdi lalu menggelengkan kepalanya. Semburat jingga mulai merayap dan mewarnai langit. Lima menit. Masdi menghela napas. Pasrah. Daratan. Dengan gontai ia turun dan bersama beberapa temannya menarik perahu dan mengikatnya di dermaga kecil.

Tidak mungkin, batinnya.
Lalu kembali helaan napas.
Tidak mungkin Isah hamil. 
Pasti ada yang salah...
Masdi tahu betul ia mandul.
Itu yang membuat pernikahan sebelumnya kandas.

Lalu kembali helaan napas.



*****