Senin, 18 April 2011

Kebijaksanaan Sakit...

Postingan terakhirku: 12 Februari 2011
Dan saat menulis ini: 18 April 2011


Dua bulan lebih enam hari, aku berhenti menulis, blog bahkan buku ku...
Kesibukan melumatku dengan rakus, tak membiarkan aku sekedar menghela napas.

Selama 2 bulan 2 hari: 
3 produksi: 7 hari shooting dengan jadwal mulai dari preparation, shooting dan post yang menempel seperti gerbong kereta api, sambung menyambung, tanpa jeda.

Dan setelah 3 hari shooting kemarin, tubuhku yang sudah teriak-teriak memberi alarm tanda bahaya seminggu sebelumnya, benar-benar ambruk.

Dan akupun resmi sakit. 
Resep antibiotik dan surat ijin dari dokter sudah di tangan.
Seharusnya aku bisa bermalas-malasan di tempat tidur seharian.
Seharusnya aku bisa menatap hujan deras dari balik jendela kamar.
Tapi sedari pagi, telepon dan email tak henti mengganggu.
Dan sekarang aku menatap hujan, tidak dari jendela kamar, tapi dari sebuah cafe dengan wifi.
Diiringi batuk dan hidung yang berair, aku menjawab dan mengirimkan email-email.

Setelah itu...
Berhenti,
Menatap Hujan...
Pikiranku melayang...
Dan teringat akan kata-kata almarhum Om ku beberapa tahun lalu: 
" Ika, kerjaan gak akan pernah selesai. Hari ini selesai, besok ada lagi.."

Lalu kata-kata Renee, my coach:
"Don't love your jobs, they don't love you back. Love the contribution instead"

Lalu bbm dari bos ku, sehari sebelum shooting kemarin:
"Your job will not take care of you when you are sick. Your family and friends will.."

How true...

Saat aku sakit, yang mengurus dan mendoakan adalah keluarga dan teman-teman.

Pekerjaan? Ia masih tetap saja egois dan menuntut, tak pernah peduli atau punya belas kasih. 
Tapi Ia memang sepeti itu dan agaknya akan selalu seperti itu. Jadi, biarkan saja, aku yang harus merubah caraku berhubungan dengannya. Mungkin ada baiknya tidak selalu mengiyakan tuntutannya setiap waktu. Terkadang, aku berhak untuk bilang TIDAK.

Tidak semudah itu memang, terlebih jika bukan kita yang memegang keputusan dalam banyak hal di kantor. Tapi kita selalu bisa mengambil keputusan untuk diri kita kan...
Rejeki tidak hanya di satu tempat, jadi jangan takut untuk bilang tidak, jika memang itu sudah di luar batas kekuatan kita... (ini tidak ada hubungannya dengan 'enlarging capacity' tapi konteksnya adalah bekerja di luar batas ketahahan tubuh seseorang)

Dan ini yang penting:
Aku punya kehidupan, aku punya keluarga, aku punya sahabat dan aku punya impian.

Tidak seharusnya pekerjaan kita membuat kita makin jauh dari: DIRI KITA, KELUARGA, SAHABAT dan IMPIAN kita...

Mengutip kalimat dari Brian Houston, pendiri dari Hillsong,
"Don't let what God called you to do, DISTRACT you from what God called you to do!"

I hope you get that line. I do now! 

Don't forget to REST people.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar