Sabtu, 12 Februari 2011

Coretan di Mingu sore

Aku menjanjikannya seminggu. Ia memberikan waktu 2 minggu.
Kini sudah lewat 2 minggu.
Ternyata, tidak semudah yang aku pikir.

Tidak mudah menulis sebuah buku. Lebih tidak mudah lagi me-dekonstruksi sebuah buku (maafkan istilah ku).
Aku sedang melakukan yang kedua.
Materi tulisan sudah ada sejak lama. 
Namun tantangannya adalah how to make people attached or relate with the writings. 
The writings here means: my poems.
Ya, tidak banyak orang yang tertarik dengan puisi.
Seperti tidak cukup banyak buku puisi di toko-toko buku.

Jadi yang aku lakukan sekarang adalah memilah-milah, membuat daftar, membagi berdasar klasifikasi dan membuat sebuah cerita untuk menyambungkan semua materi tadi.
Tidak semudah itu.
Terutama ketika harus berkejaran dengan jadwal kantor (yang bukan 9 to 5, tetapi bisa tidak libur berminggu-minggu ketika ada produksi) dan pelayananku.

Aku bisa membuat daftar segala kesulitanku di sini.
Tapi tak banyak gunanya.
Aku meyakini satu hal,
aku akan berhasil menyelesaikan buku ini, tepat waktu!

:D
 




Jumat, 28 Januari 2011

My Life after #Misi21

VIM w VIP

Kamis kemarin, aku menghadiri 'Very Important Meeting with Very Important Person':
Rene CC.

Aku belum mau bercerita banyak tentang itu. Smoga kami dapat menghasilkan sesuatu yang baik, yang berguna bagi orang banyak dan mampu mengubahkan hidup orang lain. 
Tidak pernah bermimpi akan mendapat kesempatan luar biasa, bersama seseorang yang luar biasa!

Dan ada lagi 1 hal luar biasa yang terjadi....
Orangtuaku tidak pernah tahu atau sadar kalau aku suka menulis.
Tapi beberapa hari lalu aku mendapati mama sedang membaca blog ku melalui BB salah 1 adikku.
Dan semalam ketika pulang, mama berkata:
"Papa bilang tulisan-tulisan kamu bagus!"
"Huh?"
"Iya, dia baca blog kamu tadi" 

Dan aku diam.
Gak pernah menyangka, akhirnya mama dan papa membaca tulisan-tulisanku.
Banyak orang mungkin pernah membaca dan suka dengan tulisanku, tapi ternyata, betapa sedih ketika orang-orang terdekat kita tidak pernah mengetahui karya-karya yang kita buat.

Berita barusan membuat aku benar-benar tidak tahu harus berpikir atau merasa apa.
Belum selesai aku merasa shock, mama meneruskan,
"Kamu serius mau bikin film pendek juga?"
"Hmmm? iya..."
Dan tiba-tiba mama dan papa mulai membicarakan tentang film pendekku, lalu tentang angan-anganku untuk suatu saat membuat film tentang pahlawan dari tanah Batak. Papa pun mulai bercerita sejarah. I know he's good in that.... 

Semalam, aku bisa melihat, betapa kedua orang tuaku mulai dapat menerima dan bahkan mendukung, impian anaknya. Sesuatu yang susah aku bayangkan sebelumnya.

Mama berkata,
"Gimana kalau orang-orang mencomooh impian-impian kamu?"
"Gak papa, aku justru kasian ama mereka, karena mereka pasti gak punya mimpi" aku menjawab sambil tersenyum.

Ketika orang-orang terdekat mu tahu dan mendukung impian mu, sepertinya, tak ada halangan yang terlalu besar lagi! 

I am blessed and grateful for this!

Sabtu, 22 Januari 2011

MY #Misi21 JOURNEY

#Misi21 ku sudah berakhir kemarin, di hari Sabtu.

Sambil menulis ini, aku berpikir, wow, luar biasa, hari ke 21 ku adalah REST, yang dilakukan di hari Sabtu yang notabene hari ke7, hari untuk istirahat/REST!

Amazing!

Begitu banyak hal yang aku alami selama 21 hari ini. #Misi21 mengajak kita untuk berkomitmen selama 21 hari. Dan selama 21 hari itu, aku memperhatikan, bahwa banyak komitmen-komitmen baru yang dihasilkan.

Aku berkomitmen untuk:
-sit-up di pagi hari,
-menulis lebih banyak  dan lebih sering (maka lahirlah blog ini)
-memulai hidup sehat setelah berani menimbang berat badan (dan katanya aku kurusan, hahaha padalah beratku belum berkurang….)
-Memperhatikan pola minumku dan memperbaikinya
-Mengajar untuk anak-anak ODHA di Taman Suropati
-Menjadi usher di JPCC

Selain itu, aku juga melakukan hal-hal yang selama ini aku pikir tak mungkin aku lakukan:
-Menelpon opung cewe ku
-Mengirim sms singkat ke mama saying: I love you dan minta doa nya
-Menggambar dengan tangan kiri 1 hal A2 full!
-Capturing hal-hal yang aku lihat seharian dengan kamera onyx ku
-Menulis email permintaan maaf kepada mantan bos ku. Oooh btw, akhirnya aku mendapat email balasan! Ternyata ia sudah memafkan aku dan ia amat menghargai usahaku mencari alamat email nya dan mau menulis email itu kepadanya. Luar biasa senaaaanngg dan lega!

Aku juga belajar untuk tidak stress dan happy di lokasi shooting, menyempatkan menghampiri Sang Kekasih dan Penciptaku selama 15 menit di pagi hari (ini akan menjadi komitmen selanjutnya) dan mengerti betapa pentingnya istirahat.

Selama 21 hari, aku menjadi saksi betapa mampu kita melakukan hal-hal yang selama ini kita pikir tidak mampu. Humans are capable of so many things but we are not aware of it.

Selama 21 hari aku belajar bahwa 1 komitmen dapat membawa kita ke komitmen selanjutnya. And by the way, isn’t life is about commitment?

Setelah 21 hari, aku  dapat menyimpulkan :
Hidup itu AWESOME, jika kita mau membuatnya AWESOME.

My #Misi21 IS ACCOMPLISHED!   

And I am ready for the next level of my life, the next mission!

#Misi21 D21

REST!

Aku memulai D1 dengan sit up, dan mengakhirinya denga REST.

Hari ini, aku memutuskan untuk beristirahat dari minggu-minggu ku yang padat dan jumpalitan.
Aku menghabiskan waktu untuk tidur, berinteraksi dengan orang rumah, makan makanan rumah, dan mendengarkan curhat tanteku yang datang berkunjung (selama seminggu ini ia beberapa kali datang ke rumahku, tapi baru dapat bertemu dengan ku di hari Sabtu ini).

Dan aku menikmati hari ini. I really love today! Hanya di rumah, menikmati rintik hujan di pagi hari, minum kopi susu, tidur siang ditemani langit mendung, dan nonton DVD.

Mungkin ada yang berpikir, REST adalah hal yang mudah, hal yang sepele, hal yang tidak seharusnya dimasukkan dalam sebuah #Misi21.

Dalam proses penciptaan langit dan bumi selama 6 hari, diceritakan bahwa setiap hari setelah ada 1 proses penciptaan, selalu ada kata-kata ini:
“Jadilan petang, jadilah pagi”

Menarik untuk melihat, kata-kata di atas di ulang selama  6 kali.
Mengapa petang dahulu, baru pagi? Bukankah pagi datang lebih dahulu baru kemudian petang?

Menurutku, Tuhan dari awalpun, sudah mengajarkan kita pentingnya istirahat (to REST). Karena itu, Ia memulainya dengan “Jadilah petang, jadilah pagi”. Kalimat sederhana itu mengajak kita melihat prosesnya: dari petang ke pagi harus melalui malam.

Petang identik dengan waktunya pulang, malam identik dengan waktunya tidur/istirahat. Dan Pagi identik dengan memulai aktifitas.

See, sebelum memulai aktifitas, kita harus (memiliki) istirahat yang cukup dulu. Dan setelah selesaipun, kita harus beristirahat.

Tuhan menyelesaikan Misi Penciptaan Langit dan Bumi nya dalam 6 hari. 
Dan di hari ke 7 Ia: ISTIRAHAT.

Dan istirahat di sini, mengandung arti: bersiap-siap untuk misi berikutnya.

Begitu juga aku, #Misi21 ku diakhiri dengan istirahat. Karena aku bersiap-siap akan misi berikutnya. Mungkin bukan #Misi21, karena aku tidak akan mengulangnya. Tapi hidupku tak pernah sama lagi setelah mengikuti #Misi 21. Begitu banyak hal luar biasa yang terjadi.

And I’m getting ready for the next level of my life. That’s why, I need a good REST!

Dan hal yang luar biasa terjadi dan mungkin akan terlewatkan jika aku tidak memutuskan untuk REST hari ini:
Wijayakusuma di rumah berbunga, begitu indah dan harum. Bagiku, itu reward setelah mengikuti #Misi21 ini. Kalau saja aku tidak memutuskan istirahat di rumah hari ini, aku tidak akan melihat bunga itu, karena keesokan harinya ia pasti sudah layu.





Oh, by the way, arti dari Wijayakusuma adalah: BUNGA KEMENANGAN! 
Bukan kebetulan, bunga ini mekar di hari 21 #Misi 21 ku!

TOTALLY AWESOME!

#Misi21 D20

HAPPY on location

Yeap, aku menambah dosis tantanganku. Setelah kemarin tidak stress, hari ini ditambah HAPPY.

Agak deg-deg an dengan keputusan itu.  Tapi entah kenapa, ketika aku memasuki lokasi, aku merasa ringan. Ketika sutradara telat 2 jam pun, aku masih bisa tersenyum.

Dan shooting pun dimulai. Aku benar-benar menikmati hari ini. Hampir tidak ada masalah.. (atau mungkin aku tidak lagi ‘mampu’ melihat masalah, karena aku belajar untuk melihat dan menjadi solusi). Dan mungkin HAPPY ku sudah mulai berubah menjadi JOY.

Aku hanya menjalankan tugas ku sebagai Line Produser sebaik-baiknya, ditambah dengan porsi senyum dan tawa ku yang bertambah hari ini.

Tadinya aku berpikir, ketika kita Happy atau joyful, hanya kita yang merasakan. Tapi, salah seorang anak agency mengirimkan aku bbm esok harinya:

“Aku ingin belajar optimis seperti mba Ika. Terus semangat ya mba, karena mba mempesona dari pribadinya, jadi somehow kliatan enak, luwes dan care”.

Hampir menangis membaca bbm nya
.
It’s true, happiness is contagious. And when you choose to be happy, it becomes JOY.  
And I tell you this: JOY is sparkling, somehow!

#Misi21 D19

No STRESS on location.

Shooting hari pertama, dan aku menantang diriku untuk tidak stress hari ini.

Berbicara mengenai stress, penyakit itu memang sering menyerangku di lokasi shooting. Gerak-gerikku mungkin tidak menunjukkan itu, tapi air muka ku tidak bisa berbohong.
Pernah suatu hari di lokasi shooting, sutradara nya menyuruhku tersenyum. Di kesempatan lain, ia memanggilku karena concern dengan wajahku yang katanya terlihat stress. Di hari-hari awalku masuk dunia produksi, aku pernah sampai menangis, karena seorang sutradara mengerjaiku habis-habisan.

Dan hari ini, ada beberapa alasan bagi ku untuk stress:
1. Copy/script belum ada yang fixed, berarti akan makan waktu untuk membuat script dan bagi talent untuk menghafalnya.
2. Wardrobe untuk 2 anak kecil belum selesai, diperkirakan baru selesai sekitar jam 2 siang. Jadi, kita tidak bisa take scene anak-anak sebelum jam 2, apapun yang terjadi.
3. Director tidak suka dengan wardrobe talent utama, so jika klien juga tidak suka, dipastikan ada sesi menjahit baju di lokasi dan semua jadwal breakdown otomatis berubah.

Dan ketika shooting berjalan, daftarku semakin bertambah:
4. Asisten wardrobe salah beli bahan baju, dan dipastikan baju anak-anak itu baru selesai sekitar jam 4 sore, mungkin lebih sore lagi!
5. Dan semakin sore, semakin larut bagi anak-anak kecil itu untuk selesai, berarti akan mempengaruhi mood mereka.
6. Talent utama mulai kesal karena dia belum juga di take, karena script belum selesai.

Tapi pagi tadi, aku berkomitmen, untuk tidak stress, apapun yang terjadi.

Dan pagi ini, aku masuk ke set dengan satu pikiran dan keyakinan: apapun yang terjadi, pasti bisa terselesaikan dan ada solusinya.

Lalu, itulah yang terjadi. Daftar alasan stress ku tidak berkurang, malah mungkin bertambah selama di lokasi.
Yang berubah adalah caraku melihatnya. Itu bukan lagi 'daftar alasan untuk stress', tetapi daftar tantangan yang dapat dihadapi. Penting untuk memasukkan kata “dapat dihadapi” di sini, karena itu membuat masalah itu tidak lebih besar dari diriku.

Amazing, walau flu menyerang, hampir tidak tidur, dan dengan segala masalah, aku dapat menjalani shooting hari ini tanpa stress, bahkan ketika kami masih hutang beberapa frames untuk esok hari.

Ternyata, kerja tanpa stress itu, menyenangkan dan lebih ringan…

Rabu, 19 Januari 2011

#Misi21 D18

LIMA BELAS

Lima belas menit di subuh tadi,
aku menghampiri Dia,
yang amat mengasihiku...
Selama ini aku hanya menyapanya tiap pagi
selama 1 atau 2 menit
dalam doa yang terburu-buru.

Tapi subuh tadi,
ketika terbangun oleh suara weker,
aku teringat akanNya,
dan merasakan kerinduan sangat....

Lalu aku menghampirinya,
dan menyapanya,
lewat beberapa lagu pujian,
yang dinyanyikan terbata-bata
karena suaraku tidak indah...

Selama lima belas menit subuh tadi,
aku menghampiri Dia,
dan mengucapkan terimakasih...
hanya terimakasih...

Dan saat itu,
aku kembali diingatkan
betapa  Dia mengasihi aku..
betapa aku merasakan,
kalau aku dikasihi...

Dan apa yang terjadi seharian ini luar biasa!

Hariku benar-benar jumpalitan!
Sebuah project shooting untuk esok,
on dan off berkali-kali dalam sehari....
Lokasi dan talent baru jelas menjelang malam...
Wardrobe masih bermasalah,
pun saat aku menulis ini...

Dan sampai detik inipun,
masih saja ada masalah untuk esok...

Tapi,
sebesar apapun tantangan hari ini dan esok,
aku tahu ada yang lebih besar 
dari smua masalahku...
ada yang lebih besar 
dari semua tantanganku...
Ada Dia,
yang Terbesar,
dengan kasihnya
yang begitu besar,
dan tak berkesudahan...

So, i guess, all is well!