Selasa, 16 Agustus 2011

It's a Matter of Perspective

Perspektif. Cara Pandang. Point of view. 
Aku punya sedikit cerita tentangnya.

1. DINNER
Seorang anak sedang terlibat pembicaraan dengan ayahnya, pada saat makan malam. 

 "Ayah, dulu ayah kuliah hukum, dan lulus jadi Sarjana Hukum, knapa sekarang gak jadi pengacara?" 

" Hmmm dulu waktu ayah kuliah hukum, pekerjaan jadi pengacara itu belum populer, baru sedikit yang jadi  pengacara..." ayahnya menjelaskan sambil mengangkat bahu.

"Tapi ayah, bukankah kalau dulu ayah jadi pengacara di saat pekerjaan itu masih sedikit, ayah bisa jadi pengacara populer sekarang?" sang anak bertanya dengan polos.

Sang ayah sedikit tersedak dan kembali melanjutkan makan malam dalam diam. 


2. SHOES FACTORY
Seorang pemilik perusahaan sepatu mengirimkan 2 orang marketingnya ke 2 daerah terpencil, di luar negara mereka, untuk memperluas jaringan pasar sepatu mereka.

Setelah berlalu 2 hari, ia menelepon Tedd, marketing person yang pergi ke daerah A.
"Hi Tedd, bagaimana kabarmu? Gimana prospek pasar kita di sana?
"Bos, Anda tidak akan percaya ini! Besok saya pulang dengan penerbangan pertama! Tidak mungkin kita memasarkan sepatu kita di sini, mereka bahkan tidak pernah mengenal alas kaki!" Tedd menerangkan dengan nada putus asa kepada bos nya.

Kemudian Sang Bos menelepon Jess, yang ia kirim ke daerah B.
"Hi Jess, bagaimana di sana?" 
"Bos, Anda tidak akan percaya ini!" Jess berseru di seberang telepon. Sang bos menghela napas kecil, ia bersiap-siap menerima laporan seperti Tedd.
"Mereka tidak pernah mengenal alas kaki!" Jess kembali berseru.
"Baiklah Jess, apakah engkau akan pulang dengan penerbangan pertama besok?" sang bos benar-benar berpikir Jess akan pulang esok hari.
"Pulang? Tidak bos! Saya tidak akan pulang! Kita akan mulai membangun pabrik kita di sini! Ini pasar yang amat besar!!!!" Jess berteriak kegirangan di telepon.

3. FUTSAL CHAT
Di sudut lapangan futsal, tampak Nick sedang beristirahat sambil mengelap peluh yang deras mengucur. Andy, sahabatnya menghampirinya dan berdua mereka duduk di pinggir lapangan, sambil menatap teman-teman mereka bermain dengan gigihnya.
"Eh bro, gimana kabar apraisal lo waktu itu, jadi dipromo dong?" Andy menonjok ringan bahu Nick.

"Nah itu dia, gua dipanggil, terus bos gw bilang, walo gua udah bekerja dengan baik, gw berhasil mencapai target, bahkan lebih, dan udah mengerjakan kerjaan di luar job desk gw, malah job desk kerjaan di atas level gw, beliau masih berpikir gua terlalu dini untuk dipromosiin..." Nick mengangkat bahu sambil meminum air mineral.

"Lho, kok gitu? " Andy tampak kaget dan bingung.

"Iya, katanya gw masih baru banget di industri ini, jadi walo gw udah terbukti melakukan konstribusi dengan baik, beliau tetap mikir, rentang waktu gua bekerja masih terlalu sedikit untuk naik ke jabatan lebih tinggi"

"Terus, lo gimana bro?"

"Yah gak gimana-gimana. Iseng gua ngelamar ke tempat lain. Pas diinterview, gua bilang, gua baru di industri ini, tapi gw pekerja keras dan gua kasih tau konstribusi gua di kantor sekarang."

"Trus dia juga mikir lo masih terlalu hijau? Jadi gak bisa dapet jabatan lebih dari sekarang?" Andy berusaha menebak.

"Nope. Yang punya perusahaan itu justru bilang, kalo gua udah bisa melakukan konstribusi seperti itu padahal gua masih baru, berarti gua aset yang bagus untuk perusahaan dia. Jadi dia ngajak gabung.."

"Mantaappp!!!" Andy tertawa sambil mendorong tubuh Nick. Mereka berdua tertawa sambil berjalan,  kembali bergabung dengan teman-teman mereka di tengah lapangan.


Dunia ini dipenuhi dengan berbagai macam orang dengan berbagai macam perspektif. 
Perspektif diperlukan untuk bisa melihat dan menilai segala sesuatu dengan objektif.
Bagiku, setiap perpektif itu adalah baik, dalam artian sah-sah saja untuk memiliki cara pandang seperti itu, tapi tidak semua perspektif itu benar, dalam artian membangun, baik membangun diri kita, ataupun orang-orang di sekitar kita.

Aku ingin selalu memiliki perspektif seperti sang Anak di kisah DINNER, seperti Jess di kisah SHOES FACTORY dan berharap di kelilingi orang-orang yang sanggup memiliki perspektif seperti pemilik perusahaan yang mengajak Nick bergabung, di kisah FUTSAL CHAT.

Bagaimana dengan kamu?
Perspektif seperti apa yang kamu miliki?

Here's one more perspective that I have:
Life is good! 

:)






Senin, 18 April 2011

Kebijaksanaan Sakit...

Postingan terakhirku: 12 Februari 2011
Dan saat menulis ini: 18 April 2011


Dua bulan lebih enam hari, aku berhenti menulis, blog bahkan buku ku...
Kesibukan melumatku dengan rakus, tak membiarkan aku sekedar menghela napas.

Selama 2 bulan 2 hari: 
3 produksi: 7 hari shooting dengan jadwal mulai dari preparation, shooting dan post yang menempel seperti gerbong kereta api, sambung menyambung, tanpa jeda.

Dan setelah 3 hari shooting kemarin, tubuhku yang sudah teriak-teriak memberi alarm tanda bahaya seminggu sebelumnya, benar-benar ambruk.

Dan akupun resmi sakit. 
Resep antibiotik dan surat ijin dari dokter sudah di tangan.
Seharusnya aku bisa bermalas-malasan di tempat tidur seharian.
Seharusnya aku bisa menatap hujan deras dari balik jendela kamar.
Tapi sedari pagi, telepon dan email tak henti mengganggu.
Dan sekarang aku menatap hujan, tidak dari jendela kamar, tapi dari sebuah cafe dengan wifi.
Diiringi batuk dan hidung yang berair, aku menjawab dan mengirimkan email-email.

Setelah itu...
Berhenti,
Menatap Hujan...
Pikiranku melayang...
Dan teringat akan kata-kata almarhum Om ku beberapa tahun lalu: 
" Ika, kerjaan gak akan pernah selesai. Hari ini selesai, besok ada lagi.."

Lalu kata-kata Renee, my coach:
"Don't love your jobs, they don't love you back. Love the contribution instead"

Lalu bbm dari bos ku, sehari sebelum shooting kemarin:
"Your job will not take care of you when you are sick. Your family and friends will.."

How true...

Saat aku sakit, yang mengurus dan mendoakan adalah keluarga dan teman-teman.

Pekerjaan? Ia masih tetap saja egois dan menuntut, tak pernah peduli atau punya belas kasih. 
Tapi Ia memang sepeti itu dan agaknya akan selalu seperti itu. Jadi, biarkan saja, aku yang harus merubah caraku berhubungan dengannya. Mungkin ada baiknya tidak selalu mengiyakan tuntutannya setiap waktu. Terkadang, aku berhak untuk bilang TIDAK.

Tidak semudah itu memang, terlebih jika bukan kita yang memegang keputusan dalam banyak hal di kantor. Tapi kita selalu bisa mengambil keputusan untuk diri kita kan...
Rejeki tidak hanya di satu tempat, jadi jangan takut untuk bilang tidak, jika memang itu sudah di luar batas kekuatan kita... (ini tidak ada hubungannya dengan 'enlarging capacity' tapi konteksnya adalah bekerja di luar batas ketahahan tubuh seseorang)

Dan ini yang penting:
Aku punya kehidupan, aku punya keluarga, aku punya sahabat dan aku punya impian.

Tidak seharusnya pekerjaan kita membuat kita makin jauh dari: DIRI KITA, KELUARGA, SAHABAT dan IMPIAN kita...

Mengutip kalimat dari Brian Houston, pendiri dari Hillsong,
"Don't let what God called you to do, DISTRACT you from what God called you to do!"

I hope you get that line. I do now! 

Don't forget to REST people.....

Sabtu, 12 Februari 2011

Coretan di Mingu sore

Aku menjanjikannya seminggu. Ia memberikan waktu 2 minggu.
Kini sudah lewat 2 minggu.
Ternyata, tidak semudah yang aku pikir.

Tidak mudah menulis sebuah buku. Lebih tidak mudah lagi me-dekonstruksi sebuah buku (maafkan istilah ku).
Aku sedang melakukan yang kedua.
Materi tulisan sudah ada sejak lama. 
Namun tantangannya adalah how to make people attached or relate with the writings. 
The writings here means: my poems.
Ya, tidak banyak orang yang tertarik dengan puisi.
Seperti tidak cukup banyak buku puisi di toko-toko buku.

Jadi yang aku lakukan sekarang adalah memilah-milah, membuat daftar, membagi berdasar klasifikasi dan membuat sebuah cerita untuk menyambungkan semua materi tadi.
Tidak semudah itu.
Terutama ketika harus berkejaran dengan jadwal kantor (yang bukan 9 to 5, tetapi bisa tidak libur berminggu-minggu ketika ada produksi) dan pelayananku.

Aku bisa membuat daftar segala kesulitanku di sini.
Tapi tak banyak gunanya.
Aku meyakini satu hal,
aku akan berhasil menyelesaikan buku ini, tepat waktu!

:D
 




Jumat, 28 Januari 2011

My Life after #Misi21

VIM w VIP

Kamis kemarin, aku menghadiri 'Very Important Meeting with Very Important Person':
Rene CC.

Aku belum mau bercerita banyak tentang itu. Smoga kami dapat menghasilkan sesuatu yang baik, yang berguna bagi orang banyak dan mampu mengubahkan hidup orang lain. 
Tidak pernah bermimpi akan mendapat kesempatan luar biasa, bersama seseorang yang luar biasa!

Dan ada lagi 1 hal luar biasa yang terjadi....
Orangtuaku tidak pernah tahu atau sadar kalau aku suka menulis.
Tapi beberapa hari lalu aku mendapati mama sedang membaca blog ku melalui BB salah 1 adikku.
Dan semalam ketika pulang, mama berkata:
"Papa bilang tulisan-tulisan kamu bagus!"
"Huh?"
"Iya, dia baca blog kamu tadi" 

Dan aku diam.
Gak pernah menyangka, akhirnya mama dan papa membaca tulisan-tulisanku.
Banyak orang mungkin pernah membaca dan suka dengan tulisanku, tapi ternyata, betapa sedih ketika orang-orang terdekat kita tidak pernah mengetahui karya-karya yang kita buat.

Berita barusan membuat aku benar-benar tidak tahu harus berpikir atau merasa apa.
Belum selesai aku merasa shock, mama meneruskan,
"Kamu serius mau bikin film pendek juga?"
"Hmmm? iya..."
Dan tiba-tiba mama dan papa mulai membicarakan tentang film pendekku, lalu tentang angan-anganku untuk suatu saat membuat film tentang pahlawan dari tanah Batak. Papa pun mulai bercerita sejarah. I know he's good in that.... 

Semalam, aku bisa melihat, betapa kedua orang tuaku mulai dapat menerima dan bahkan mendukung, impian anaknya. Sesuatu yang susah aku bayangkan sebelumnya.

Mama berkata,
"Gimana kalau orang-orang mencomooh impian-impian kamu?"
"Gak papa, aku justru kasian ama mereka, karena mereka pasti gak punya mimpi" aku menjawab sambil tersenyum.

Ketika orang-orang terdekat mu tahu dan mendukung impian mu, sepertinya, tak ada halangan yang terlalu besar lagi! 

I am blessed and grateful for this!

Sabtu, 22 Januari 2011

MY #Misi21 JOURNEY

#Misi21 ku sudah berakhir kemarin, di hari Sabtu.

Sambil menulis ini, aku berpikir, wow, luar biasa, hari ke 21 ku adalah REST, yang dilakukan di hari Sabtu yang notabene hari ke7, hari untuk istirahat/REST!

Amazing!

Begitu banyak hal yang aku alami selama 21 hari ini. #Misi21 mengajak kita untuk berkomitmen selama 21 hari. Dan selama 21 hari itu, aku memperhatikan, bahwa banyak komitmen-komitmen baru yang dihasilkan.

Aku berkomitmen untuk:
-sit-up di pagi hari,
-menulis lebih banyak  dan lebih sering (maka lahirlah blog ini)
-memulai hidup sehat setelah berani menimbang berat badan (dan katanya aku kurusan, hahaha padalah beratku belum berkurang….)
-Memperhatikan pola minumku dan memperbaikinya
-Mengajar untuk anak-anak ODHA di Taman Suropati
-Menjadi usher di JPCC

Selain itu, aku juga melakukan hal-hal yang selama ini aku pikir tak mungkin aku lakukan:
-Menelpon opung cewe ku
-Mengirim sms singkat ke mama saying: I love you dan minta doa nya
-Menggambar dengan tangan kiri 1 hal A2 full!
-Capturing hal-hal yang aku lihat seharian dengan kamera onyx ku
-Menulis email permintaan maaf kepada mantan bos ku. Oooh btw, akhirnya aku mendapat email balasan! Ternyata ia sudah memafkan aku dan ia amat menghargai usahaku mencari alamat email nya dan mau menulis email itu kepadanya. Luar biasa senaaaanngg dan lega!

Aku juga belajar untuk tidak stress dan happy di lokasi shooting, menyempatkan menghampiri Sang Kekasih dan Penciptaku selama 15 menit di pagi hari (ini akan menjadi komitmen selanjutnya) dan mengerti betapa pentingnya istirahat.

Selama 21 hari, aku menjadi saksi betapa mampu kita melakukan hal-hal yang selama ini kita pikir tidak mampu. Humans are capable of so many things but we are not aware of it.

Selama 21 hari aku belajar bahwa 1 komitmen dapat membawa kita ke komitmen selanjutnya. And by the way, isn’t life is about commitment?

Setelah 21 hari, aku  dapat menyimpulkan :
Hidup itu AWESOME, jika kita mau membuatnya AWESOME.

My #Misi21 IS ACCOMPLISHED!   

And I am ready for the next level of my life, the next mission!

#Misi21 D21

REST!

Aku memulai D1 dengan sit up, dan mengakhirinya denga REST.

Hari ini, aku memutuskan untuk beristirahat dari minggu-minggu ku yang padat dan jumpalitan.
Aku menghabiskan waktu untuk tidur, berinteraksi dengan orang rumah, makan makanan rumah, dan mendengarkan curhat tanteku yang datang berkunjung (selama seminggu ini ia beberapa kali datang ke rumahku, tapi baru dapat bertemu dengan ku di hari Sabtu ini).

Dan aku menikmati hari ini. I really love today! Hanya di rumah, menikmati rintik hujan di pagi hari, minum kopi susu, tidur siang ditemani langit mendung, dan nonton DVD.

Mungkin ada yang berpikir, REST adalah hal yang mudah, hal yang sepele, hal yang tidak seharusnya dimasukkan dalam sebuah #Misi21.

Dalam proses penciptaan langit dan bumi selama 6 hari, diceritakan bahwa setiap hari setelah ada 1 proses penciptaan, selalu ada kata-kata ini:
“Jadilan petang, jadilah pagi”

Menarik untuk melihat, kata-kata di atas di ulang selama  6 kali.
Mengapa petang dahulu, baru pagi? Bukankah pagi datang lebih dahulu baru kemudian petang?

Menurutku, Tuhan dari awalpun, sudah mengajarkan kita pentingnya istirahat (to REST). Karena itu, Ia memulainya dengan “Jadilah petang, jadilah pagi”. Kalimat sederhana itu mengajak kita melihat prosesnya: dari petang ke pagi harus melalui malam.

Petang identik dengan waktunya pulang, malam identik dengan waktunya tidur/istirahat. Dan Pagi identik dengan memulai aktifitas.

See, sebelum memulai aktifitas, kita harus (memiliki) istirahat yang cukup dulu. Dan setelah selesaipun, kita harus beristirahat.

Tuhan menyelesaikan Misi Penciptaan Langit dan Bumi nya dalam 6 hari. 
Dan di hari ke 7 Ia: ISTIRAHAT.

Dan istirahat di sini, mengandung arti: bersiap-siap untuk misi berikutnya.

Begitu juga aku, #Misi21 ku diakhiri dengan istirahat. Karena aku bersiap-siap akan misi berikutnya. Mungkin bukan #Misi21, karena aku tidak akan mengulangnya. Tapi hidupku tak pernah sama lagi setelah mengikuti #Misi 21. Begitu banyak hal luar biasa yang terjadi.

And I’m getting ready for the next level of my life. That’s why, I need a good REST!

Dan hal yang luar biasa terjadi dan mungkin akan terlewatkan jika aku tidak memutuskan untuk REST hari ini:
Wijayakusuma di rumah berbunga, begitu indah dan harum. Bagiku, itu reward setelah mengikuti #Misi21 ini. Kalau saja aku tidak memutuskan istirahat di rumah hari ini, aku tidak akan melihat bunga itu, karena keesokan harinya ia pasti sudah layu.





Oh, by the way, arti dari Wijayakusuma adalah: BUNGA KEMENANGAN! 
Bukan kebetulan, bunga ini mekar di hari 21 #Misi 21 ku!

TOTALLY AWESOME!

#Misi21 D20

HAPPY on location

Yeap, aku menambah dosis tantanganku. Setelah kemarin tidak stress, hari ini ditambah HAPPY.

Agak deg-deg an dengan keputusan itu.  Tapi entah kenapa, ketika aku memasuki lokasi, aku merasa ringan. Ketika sutradara telat 2 jam pun, aku masih bisa tersenyum.

Dan shooting pun dimulai. Aku benar-benar menikmati hari ini. Hampir tidak ada masalah.. (atau mungkin aku tidak lagi ‘mampu’ melihat masalah, karena aku belajar untuk melihat dan menjadi solusi). Dan mungkin HAPPY ku sudah mulai berubah menjadi JOY.

Aku hanya menjalankan tugas ku sebagai Line Produser sebaik-baiknya, ditambah dengan porsi senyum dan tawa ku yang bertambah hari ini.

Tadinya aku berpikir, ketika kita Happy atau joyful, hanya kita yang merasakan. Tapi, salah seorang anak agency mengirimkan aku bbm esok harinya:

“Aku ingin belajar optimis seperti mba Ika. Terus semangat ya mba, karena mba mempesona dari pribadinya, jadi somehow kliatan enak, luwes dan care”.

Hampir menangis membaca bbm nya
.
It’s true, happiness is contagious. And when you choose to be happy, it becomes JOY.  
And I tell you this: JOY is sparkling, somehow!