Kamis, 13 Januari 2011

#Misi21 D12

D12, a short talk with my mom in the morning...

Pembicaraan singkat dengan mama di pagi hari,
Yang membuatnya meneteskan air mata...
Yang membuatku merasa kegelisahan yang amat sangat...
Kegelisahan untuk berbagi kepada banyak orang...

Mama bercerita, kalau ternyata selama ini papa keberatan dengan pilihan kami anak-anaknya...
Dan itu membuatnya sebagai ibu amat sedih dan sakit hati...
Bagi mama, sebagai orang tua, harus mendukung anak-anaknya...
Mama berkata kepadaku untuk membuktikan pada orang-orang bahwa pilihanku tidak salah, bahwa aku bisa berhasil...
Aku merangkulnya dan berkata, "I'll be fine mom, I'm sure about 1 thing, if somebody follows his/her passion, there's now way he/she is not gonna shine. I'll shine mama. All of your daughters will!"

Aku sekarang bekerja di sebuah Production House yang mungkin bagi papaku kecil...
Aku pernah pindah-pindah pekerjaan beberapa kali. Kantor-kantorku sebelumnya termasuk kantor besar yang punya nama. Kalau tidak perusahaan multinasional, pasti perusahaan nasional ternama. 
Tapi di tempat-tempat itu, aku belum menemukan passionku, masih mencari, masih tersesat, masih terjebak dalam sebuah obsesi yang tidak sehat.
Tapi di tempat yang sekarang, walau bukan tempat impian, aku tahu aku berada di track yang benar...
This is my stepping stone and I know that every day I am one step closer to my dreams...

Walaupun aku harus memulai semua dari awal...
Dari menjadi creative di sebuah agency, rela menjadi Production Assistant di Production House (bagi yang tidak tahu, PA itu bisa dibilang paling bawah di dalam 'hirarki  PH'), kemudian naik menjadi Line Producer...dan kelak, Director! (oohh yeah!)

Tapi bagi papa, perkerjaan ku tidak jelas karir nya...
Dan bagiku, papa tidak pernah benar-benar mengerti apa sebenarnya pekerjaanku..
Ketika aku menjadi Art Director di agency, ia tidak sepenuhnya paham apa yang aku lakukan...
Kini sebagai Line Producer, mungkin ia juga tidak mengerti apa sebenarnya pekerjaanku...
Tapi yang paling tidak pernah ia pahami adalah impianku...

Bukan...
Yang tidak pernah ia pahami adalah bagaimana memiliki sebuah impian...

Itu yang menyebabkan ia juga tak mengerti ketika adikku, monika keluar dari sebuat TV swasta terkenal dan lebih memilih menjadi penyiar baru (setelah melalui tahap seleksi yang jelimet) di sebuah radio anak muda terkenal, dengan jadwal siaran hanya 1 kali seminggu, hanya 1 jam, dari jam 5-6 pagi.
Bisa dipastikan, bayarannya pastinya amat-amat kecil.
Tapi aku tidak melihatnya sebagai akhir, justru sebagai awal, yang amat-amat bagus...
Karena aku tahu adikku itu seperti apa...She is the person that loves to be in the spotlight...
She is my dear drama queen... And I just know that this kinda job suits her....
And this is the beginning for her...

Dan bukankah ada hal yang harus dibayar ketika kita mengikuti impian kita?
Seringkali harus memulai dari awal, dari bawah...
Dan harus keluar dari zona nyaman...
Tak jarang banyak orang mempertanyakan pilihan kita...
Lebih sering menertawakan....

Tetapi papa tidak pernah memahami hal ini...
Karena ia tak percaya akan sebuah impian...
Baginya bekerja adalah mencari uang...
Baginya karir adalah ketika jabatanmu naik dan naik dan naik...
Berulang kali ia membujuk dan memaksa kami anak-anaknya untuk menjadi pegawai negri...
Aku tak pernah mau karena bagiku, itu bukan impianku...
Dan bagi papa, susah memahami ide enterpreneurship..
Pemusik, Penulis, Sutradara, Penari, Pembicara, baginya bukan perkerjaan, apalagi karir...
Dokter, Banker, Insinyur, Arsitek, Pejabat, Manager, itu adalah pekerjaan baginya, itulah karir...

Sedangkan bagiku, tidak semua orang dilahirkan untuk jadi dokter
Tidak semua orang dilahirkan untuk menjadi banker... (kemudian siapa yang akan menjadi nasabah?)

Sungguh tidak mudah lahir dan besar di sebuah keluarga dimana sang ayah tidak percaya akan sebuah impian dan sang ibu amat sangat pesimis...
Aku tumbuh menjadi pemberontak...
Aku ingat ketika SMA, aku bertengkar dengan mama, sampai menangis karena aku memilih masuk jurusan Bahasa dan mama khawatir dengan jurusan itu aku tidak bisa masuk LPK Tarakanita, untuk menjadi sekretaris...
Lulus SMA (Tarki) aku kembali bertengkar karena aku tidak mau menjadi sekretaris, aku memilih masuk DKV Trisakti...
Akhirnya mama menyerah dan memilih untuk menyerahkan keputusan di tanganku...dan semakin ke sini, ia semakin mendukungku...

Selalu ada kegelisahan di hatiku...
Kegelisahan itu seperti sebuah magma yang ingin meledak keluar...
Kegelisahan yang selalu berteriak: There's gotta be MORE than just this!
Kegelisahan yang membawaku berani memiliki impian...
Kegelisahan yang membuatku rela melalui jalanan berliku, menyusuri hutan gelap pencarian....

Don't get me wrong...
I don't hate my dad (anymore)...
Ika yang dulu mungkin akan marah ketika mendengar cerita itu tadi pagi...
Ika yang dulu mungkin akan sakit hati dan down...
Tapi aku seorang yang baru sekarang...
Aku memahami maksud papa...
Aku tahu dan percaya ia mengasihi aku dan adik-adikku dan hanya ingin yang terbaik bagi kami...
Dan terkadang, orang-orang mengasihi dengan cara yang hanya mereka tahu...

Yang membuat ku sedih hari ini,
Yang membuat hatiku hancur hari ini
Yang membuat kegelisahan ku memuncak hari ini...
Bukan air mata mama
Bukan pula perkataan papa...
Tapi sebuah kesadaran....
Betapa banyak orang tua seperti papa di luar sana,
dan betapa lebih banyak lagi anak-anak yang terpaksa harus mengikuti mau orang tua mereka?
Dan betapa banyak orang-orang dewasa yang menjalani kehidupan yang tidak mereka sukai?

Aku tidak mengajarkan orang menjadi pemberontak, sama sekali tidak!
Tapi aku mengajak orang-orang untuk sejenak berpikir dan bertanya pada diri mereka sendiri:
'Apa ini yang aku mau?'
'Am I living the live I wanna be?"
'Am I happy?'
'Do I have dreams?'
or ask this one:
'What do I want in this life?' karena banyak orang yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang sederhana itu...

Apakah setiap hari engkau bangun pagi dengan semangat karena tak sabar ingin segera melakukan pekerjaan mu hari itu?
Atau engkau selalu menantikan Sabtu di hari Senin?

Apakah engkau memiliki the next big thing, hal besar yang akan kau lakukan,
ataukah selalu menantikan the next vacation? (I'm not against vacation or holiday, tapi jika setiap tahun itu adalah satu2nya hal yang kita nantikan, we need to ask ourselves the whys!)

Apakah hari-harimu adalah rutinitas yang membosankan dan mulutmu selalu mengeluh, tapi tanpa pernah melakukan apa-apa karena takut?

Apakah engkau bekerja hanya demi uang? (Yess, money is important, but it's not everything..) 
Ataukah kau bekerja karena joy dan passion?
Waiitt, do you know your passion?

Atau mungkin engkau tahu apa yang engkau mau, tapi terlalu takut...
Mungkin diam-diam, ada impian yang selalu kau pendam, yang selalu malu kau ungkapkan, tetapi setiap kali kau sendiri, impian itu selalu memanggilmu...? It could be your path...
Atau kau merasa tak ada orang yang mendukung mu? Tak ada yang percaya kau mampu dan karenanya impian itu kau kubur dalam-dalam?

Aku percaya, yang menaruh impian di hati seseorang itu Tuhan...
Ketika kita berusaha mewujudkannya, perlahan tapi pasti, kita memenuhi panggilan hidup kita...
Dan jika engkau merasa tak ada orang yang mendukungmu,
yakini satu hal, Dia yang menaruh impian itu di hatimu adalah yang paling mendukung mu..

Oh how I wish there are no more singers stuck in the dancer's shoes out there....
No more dancers pretend that they can sing...

Oh betapa aku berharap tulisanku kali ini dapat membuat yang membacanya merasakan kegelisahan...
Sungguh, aku berharap engkau gelisah dan mau bertanya pada dirimu sendiri pertanyaan-pertanyaan di atas!  Karena itu adalah sebuah awal, dari pencarian...
Dan pencarian itu tidak bisa diselesaikan dalam semalam...
Kegelisahan itu akan membawamu ke sebuah jalan yang tidak mulus...
Tidak pernah mudah...
Tapi engkau akan sampai ke sana, 
jika kau mengikuti impian mu...
Jika kau cukup berani...
Jika kamu mau berkorban...
Jika kau sadar, hidup ini lebih dari sekedar hidup!

Our lives are waiting for us!
So what the hell are we waiting for?

Let's get moving! 

May the FORCE be with you, friends!


And mama, I will shine!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar