Kamis, 06 Januari 2011

#Misi21 D5

A SIMPLE CALL
Aku menelepon ompung cewek ku (nenek) hari ini, pada saat makan siang.
Hanya beberapa menit, menanyakan kabar, apakah dia sudah makan dan sudah mandi (ompung ku suka malas mandi, hehe).
Aku juga menanyakan umurnya di tahun ini. Beliau akan berumur 78 tahun pada April ini.
Terakhir aku meminta doa nya untukku di tahun 2011 ini.
Hanya 5 menit.
Tapi itu membuatnya begitu senang dan bingung pada saat bersamaan, karena aku hampir tak pernah meneleponnya.
Ompung cewek tinggal satu perumahan denganku, di daerah cinere.  Sejak ompung cowok (kakek) meninggal sekitar empat tahun yang lalu, ia hanya tinggal dengan si mboknya. Ia menolak mentah-mentah untuk tinggal dengan  kami dengan alasan terlalu banyak memori akan ompung cowok di rumah yang ditinggalinya sekarang.
Aku pernah menemaninya selama beberapa bulan sejak kematian ompung cowok. Kesibukan membuatku harus kembali ke rumah. Dan jujur, itu membuatku lega. For me, it’s the hardest thing to do, to get along with your gramps. Somehow being around them, makes your world just seems soooo….slow! They are not interested with today’s stories. They keep repeating those past chapters in their lives.
Mungkin aku bukan cucu yang cukup baik.
Aku ingat, saat aku masih kecil dan kedua ompungku masih aktif bekerja. Sepulang kantor, mereka akan menyempatkan untuk mampir ke rumah, melihat cucu-cucunya. Sekotak coklat atau makanan ringan lainnya tak pernah lupa mereka bawa. Pernah ketika bangun dari tidur siang, di sampingku sudah tergeletak sebuah boneka baru, ternyata dari ompung cewek yang tadi mampir.
Setiap hari Minggu, sehabis gereja, ompung cowok akan membawaku dan adik-adikku ke toko buku. Aku adalah anak yang paling kaya saat itu di antara teman-temanku, karena koleksi buku ku bertambah tiap minggu! Books are my treasures, always!
Beliau pernah memberikanku koleksi lengkap buku Winnetou karangan Karl May, ketika aku masih di kelas 2 SD. Akupun berkenalan dengan Savanna, suku Apache, Old Shatterhand dan Winnetou. Saat itu aku hafal berbagai macam suku Indian.
Dan ompung cewek, beliau jago masak. Aku amat menyukai pudding Caramel dan kolak Thailand nya. Aku merindukannya sekarang, saat menulis ini.
Aku ingat sekitar seminggu sebelum ompung cowok masuk rumah sakit dan akhirnya pergi, ia pernah menatap ompung cewek pada suatu sore, saat minum teh. Kemudian ia tersenyum dan berkata dalam bahasa batak sebuah kalimat yang kira-kira artinya, “ Kamu terlihat makin cantik”. Dan aku ingat ompung cewek tersenyum tersipu-sipu dan kemudian tertawa.
Dan seminggu kemudian ompung cowok pergi. Dan kini ompung cewek sendiri. Ia selalu merindu kekasihnya, itu pasti.
Aku hanya meneleponnya 5 menit, tapi memoriku mengembara cukup jauh.
Mungkin tanpa aku sadari, selama ini aku juga merindukan ompung cewekku…dan juga ompung cowokku.
I’m glad I called her this morning.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar