Hari kedua...
Hari tanpa komplain!
Yeap, no complain about weather, traffic, people or even my hair.
Tidak komplain ke teman, di status FB ataupun di twitter.
Saya bukan miss complain, don't get me wrong.
Tapi coba perhatikan, dalam sehari, pasti ada saja hal yang bikin kita mengeluh:
Aduh, lapar! Masih lama sampainya? Panas banget yah? Macetnya parah! Ya ampun jerawatku nambaaah! Internetnya kenapa seh!
Familiar? Pernah mengeluh seperti itu? atau sering?
Saya agak deg-deg an memulai hari kedua, tidak tahu sampai berapa lama saya bertahan.
Tapi ternyata udara dan jalanan cukup bersahabat sehingga saya 'selamat' sampai tengah hari.
Tengah haripun tidak ada hal yang bisa dikeluhkan.
Malam hari juga begitu. I hung out with a friend and it was fun.
Tidak ada yang berubah dengan dunia saya. Jalan tetap macet dan berpolusi. Wajah saya tetap memiliki beberapa jerawat dan berat badan saya belum turun.
Tapi ada sedikit yang berubah.
Komitmen saya. Cara pandang saya.
Setiap ada hal yang tidak saya suka, saya langsung ingat dengan komitmen saya. Lalu saya mulai melihatnya dari sisi yang lain:
Jalanan Jakarta tetap macet, karena ada beratus-ratus orang yang melakukan hal yang sama dengan yang saya lakukan: bergegas ke tempat aktivitas masing-masing.
So, daripada marah-marah, saya melihat setiap orang di jalan dan di dalam mobil-mobil dan transportasi umum sebagai 'teman-teman senasib sepenanggungan' yang sedang menjalani hidup masing-masing.
Dan entah kenapa, hari ini saya lebih banyak tersenyum.
And so far, cukup berhasil.
Saya menutup hari itu dengan tweet ini:
Thank you for today God, I learnt not to complain and to smile more. As always, You are awesome!
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar